Gone !!!



            Segenggam asa kadang tidak akan pernah terwujud oleh waktu yang terus berlalu tatkala kesendirian kerap menyelimuti kehidupan yang tidak penah berhenti. Tanpa kita sadari, usia akan semakin bertambah, seperti layaknya sebutir debu yang terbang lalu melekat selama berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Ibarat tiang-tiang di halte bus yang kian pekat oleh debu, sehingga meninggalkan noda yang sulit untuk dibersihkan.
            Tak cukup hanya hembusan angin yang meniup tiang begitu halus perlahan. Noda-noda itu nyatanya akan melekat sekalipun sesekali tiupan angin kencang menerpanya tanpa henti. Namun, sebuah kotoran tetaplah kotoran yang tidak akan mudah untuk dibersihkan, apalagi disucikan. Kerap kali kita merenungkan hal-hal yang telah lewat. Sesuatu yang pernah terjadi selama perjalanan hidup. Ternyata, telah banyak hal yang kita lakukan. Kita melaluinya dengan sukses maupun gagal. Namun, tanpa sadar, kita kembali diingat dimasa lalu yang pahit walaupun sekelebat timbul momen menyenangkan. Silih berganti.
            Sama seperti kita yang sedang dihadapkan dimoment perpisahan ini. Rasa tidak rela seketika akan menyeruak dan menyusup tanpa permisi. Layaknya kita tahu, bahwa perpisahan adalah langkah yang harus ditempuh akibat dari sebuah pertemuan. Kita dipertemukan oleh Tuhan, dalam sebuah guratan takdir.
            3 tahun lalu, dibawah selimut langit membiru, diantara puluhan kerumunan orang yang tak saling mengenal kita dikumpulkan disebuah lapangan basket yang terasa masih asing. Berbalutkan baju yang seakan masih kesat dibadan, dan gaya yang masih cupu kita menjalani mos selama 3 hari. Terkadang masih bergema suara teriakan pak erik berkoa-koa layaknya mengatur anak ayam dengan suara yang agak jengkel.  Perasaan  jengkel, jijik, dan merasa kakak kelas keterlaluan menyelemuti kita yang masih baru waktu itu. Pada umumnya semua anak merasakan hal itu. Hingga akhirnya ada pembagian kelas. Awalnya masih diam-diam, belum ribut, masih enggeh-enggeh, dan cenderung manut. Namun setelah beberapa saat saling mengenal, keributan tak terelakkan. Masa SMA ini adalah masa dimana kita sedang dalam tingkat bandel-bandelnya. Teringat saat itu pernah  dipukul pak Masri karena terlambat upacara. Menjahit celana boxer, atau membuat baju yang disablon tapi nggak mirip sablon, lebih mirip ngecat baju waktu itu. Ada suka duka tersendiri dari setiap perjalanan. Hingga akhirnya kita semua dipertemukan di kelas XII IPA 1 ini. Katanya kelas unggulan, dan sensasinya memang terasa. Kelas ini pertama kali nggak berisik. Bahkan suara jarum jatuhpun akan terdengar. Awalnya terasa aneh, dan memuakkan. Terakhir hal itu berubah karena kedatangan dua super hero yang menyelamatkan makhluk di IPA satu dari keheningan. Yaitu Anugrah dan Loloy. Setelah kedatangan mereka, suasana lebih hidup. Akhirnya ada juga yang sering terlambat, ada juga yang nggak ngerjakan PR, ada juga sistem contek masal. Dan terakhir entah karena sebab apa ada Ombak yang semakin menyatukan kita. Ada ribu-ribut butah yang nggak kelar-kelar bahkan melebihi sidang paripurna kenaikan BBM. Kelas ini juga yang saat jam pelajaran kosong nonton bareng, 3 idiots. Suatu saat kita akan rindu oleh pak Syahrul yang kerap kali berdongeng didepan, dengan gaya, perawakan yang khas dan rambut beliau yang bergaya klimis. Atau bos besar kita yang setiap kali masuk menanyakan “Mana suhaila, mana anugrah”.  Tentunya masih banyak hal-hal kecil diakhir tahun kita ini yang akan menjadi kenangan terindah. Di Moment saat ini, buatlah moment yang lebih indah lagi yang akan kita kenang selamanya. Esok, tidak akan ada lagi ombak-ombak itu, tidak ada lagi nonton DVD bersama, tidak ada lagi cerita dari pak syahrul, tidak ada lagi seruan bu Suarni mencari suhaila, semuanya hanya tinggal kenangan. Tidak akan ada lagi gosip-gosip, dan curhatan-curhatan. Tidak ada lagi cinta-cinta anak SMA yang terkadang hanya bisa menatapnya dari kejauhan. Yang ada sekarang hanyalah kanvas berisi kenangan yang akan kita rindukan. Terimakasih atas semua kenangan indah yang kalian berikan.
            Perjalanan belum berhenti sampai disini. Waktu masih terus berjalan. Sama seperti kita yang terus berjalan mengejar mimpi, dan cita-cita. Kita berdoa semoga apa yang kita inginkan terwujud. Kalau ada yang mau nikah jangan lupa udang-undang ya, hehe. Dan suatu hari, saat kita dipertemukan kembali, semoga saat itu kita sudah sama-sama sukses. Moment seperti inilah yang nantinya akan menyatukan kita. Bermimpilah tentang apa yang kita inginkan. Tanamkan jutaan asa dalam hati, pikiran dan akal. Pergilah ke tempat-tempat yang kita ingin pergi. Ikuti kata hati. Pergilah seperti yang kita inginkan. Kita hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin dilakukan.

Komentar

Postingan Populer